LIVE IN DESA JATISARI, JATISRONO, WONOGIRI SMA Kristen Pelita Nusantara kasih Surakarta TH. 2016/201
 

LIVE IN DESA JATISARI, JATISRONO, WONOGIRI SMA Kristen Pelita Nusantara kasih Surakarta TH. 2016/201

4.jpeg

Pada 24 Januari, seperti tahun-tahun sebelumnya, SMA KPNK mengadakan acara live in. Apa itu live in? Live in adalah acara yang melatih kita untuk bersosialisasi, berinteraksi dan beradaptasi secara baik dengan masyarakat yang berada di suatu tempat. Tahun ini, live in diadakan di Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri. Pesertanya adalah seluruh murid kelas X dan beberapa siswi kelas XI yang belum pernah mengikuti live in. Kegiatan diadakan selama 3 hari 2 malam, yaitu dari tanggal 24 sampai 26 Januari 2017.

Kegiatan hari pertama dimulai dengan sambutan dari para perangkat desa dan ketua RT di sana. Kemudian dilanjutkan dengan makan siang dan pembagian keluarga. Kesan pertama saat kami hadir di sana adalah lingkungannya yang masih asri dan hawa yang cukup sejuk membuat kami lebih bersemangat lagi untuk mengikuti live in. Namun, tiba-tiba pada sore hari, turun hujan dan hawanya sangat dingin. Meskipun begitu, sore pertama kami di sana menjadi spesial dengan adanya acara memasak. Setiap kelompok diminta untuk memasak makanan yang mengandung ‘4 sehat’ yang nantinya dinilai oleh para juri yang adalah guru kami.

Hari kedua dimulai dengan doa pagi di gereja dekat dengan tempat di mana kami tinggal. Kemudian setelah sarapan dan mandi kami melakukan kegiatan bakti sosial berupa penanaman 100 pohon di sepanjang jalan di desa sana. Berada di sana bukan hanya sekedar belajar untuk berinteraksi dan bersosialisasi saja namun juga belajar untuk melayani. Kami ingin meninggalkan kesan bagi mereka saat kami berkunjung kesana. Suasana kekeluargaan semakin terasa di saat kami melakukan kegiatan bakti sosial tersebut. Walaupun cuaca panas dan cukup melelahkan, namun kami tetap bersemangat dan pantang menyerah.  Selain kegiatan itu, kami juga diberi kesempatan untuk berkeliling desa mengunjungi tempat-tempat baru yang cukup membuat kami takjub dengan keindahan dan keasriannya. Hari kedua kami tutup dengan refleksi dan doa malam di gereja.

Hari ketiga kami melakukan pelayanan kepada warga disana dengan membagikan tempat sampah berwarnya oranye, lampu untuk penerangan jalan dan juga cat tembok kepada para warga. Dan sebelum kami pulang, kami membagikan kenang-kenangan kepada masing-masing keluarga tempat kami tinggal sekaligus kami berterima kasih dan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang mungkin kami lakukan selama berada di sana.

Selama 3 hari tersebut kami belajar banyak hal. Dari mulai bertoleransi dengan sesama umat bergama, kerja keras, ajaran untuk selalu bersyukur dalam segala hal dan juga untuk hidup sederhana dan rendah hati. Menurut kami, live in ini bukan semata-mata hanya datang, menetap selama beberapa hari dan pulang saja namun ada hal yang berkesan dan berguna yang dapat dan harus kami ambil dari kegiatan selama 3 hari 2 malam tersebut. Sehingga kegiatan tersebut tidak menjadi sia-sia namun dapat menjadi bekal bagi kami di masa depan. Christian Bionley Santoso - X SMA KPNK