BEING GODLY PARENTS
 

BEING GODLY PARENTS

BEING GODLY PARENTS

Tanggal : 27-Oktober-2014, oleh: Ms Cinthia, category : Parenting
136.jpg

Ada sebuah pemikiran tentang RELA DIUBAH. Menjadi orang tua setia berawal dari komitmen ini, yaitu orang tua yang berkomitmen untuk dirinya sendiri terlebih dahulu rela diubah, sebelum mengubah hidup anak – anak.  Sebelum kita mengharapkan dan berupaya menjadikan anak – anak memiliki karakter indah seperti Kristus, kita harus memutuskan diri sendiri memiliki karakter indah itu. Sebelum kita menuntut anak – anak kita hidup sebagai Godly Children, kita harus pertama – tama menundukkan diri kita dihadapan Tuhan dan bertanya, sudahkah kita sendiri menjadi Godly Parents? ( Orang tua yang mempresentasikan kehadiran Allah, melalui hidup yang memancarkan karakter Kristus ). Bukankah seharusnya kita menjadi Godly Parents sebelum kita mengharapkan anak – anak menjadi Godly Children? Being Godly Parents for our worldly children to be Godly Children.

Memiliki Hati Gembala

Sebagai orang tua kita harus mengerti dan dapat menerima kenyataan bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan berdosa. Artinya anak – anak kita sungguh – sungguh berdosa dan mempunyai natur dosa. Itu berarti bila mereka melakukan hal yang tidak baik, nakal, bersikap tidak taat dan berontak melawan kita, itu adalah kenyataan yang alamiah. Mengapa kita harus menjadi sangat emosional dan cenderung marah -  marah ketika menghadapi kenyataan anak kita tidak menjadi anak manis? Mengapa kita menuduh anak kita tidak baik, ketika mereka masih kalah dalam pergumulan melawan natur dosa mereka? Mengapa kita menjadi tidak sabar ketika mereka masih belum berhasil menepati janji mereka untuk menjadi anak baik? Mengapa kita menjatuhkan hukuman sedemikian keras, seakan – akan anak – anak kita memang senang dan menikmati keadaanya yang berdosa itu?

Anak – anak kita sungguh – sungguh worldly children. Mereka lahir dalam keadaan tidak berdaya dan di bawah kuasa dosa. Ketika mereka bertumbuh dalam pengasuhan dan didikan kita sebagai orang tua yang mencintai mereka dan kita berusaha untuk menolong mereka bertumbuh menjadi Godly Children, apakah yang seharusnya kita lakukan? Dapatkah kita memahami bahwa anak – anak kita juga sangat bergumul dan mungkin frustasi dengan keadaan diri mereka yang sangat rentan terhadap dosa. Bahwa anak – anak kita ada saatnya berjuang untuk menang dan ada saatnya menyerah dan kalah terhadap dorongan nafsu dosa yang menguasai hidup mereka. Mari kita mengevaluasi cara pandang, model pendidikan dan pendekatan yang telah kita lakukan terhadap anak – anak kita dalam pergumulan mereka selama ini. Apakah sebagai orang tua kita melayani dan mendidik anak – anak kita sebagai pelayanan seorang gembala terhadap dombanya yang sedang terhilang?

Mari kita belajar dari Tuhan Yesus sebagai Gembala yang baik. Apakah yang dilakukan Gembala yang baik itu terhadap dombanya yang nakal dan terhilang? Pertama – tama dan terutama, Dia menyatakan kasih-Nya yang mencari dan menyelamatkan (Lukas 15 : 4-7). Inilah proses belajar pertama bagi kita untuk menjadi Godly Parents, yakni belajar menjadi orang tua yang memiliki hati seorang gembala. Anak – anak kita benar – benar rapuh dan tidak berdaya, mereka amat lemah dan akan amat sering gagal. Mereka benar – benar seperti domba yang papa, tidak punya kekuatan apa – apa, dan juga bodoh. Pernahkan kita mendengar pergumulan batin anak – anak kita yang masih terikat dengan tekanan dosa yang amat hebat dan tipu daya iblis yang memikat dan menjerat?

Bagaimana penghayatan kita selama ini, ketika anak kita sekali lagi gagal menjadi Godly Child, mereka berulah seakan tidak merasa bersalah, tidak menunjukkan pertobatan yang sejati dan tidak segera menjelma menjadi malaikat. Patutkah kita menjadi kesal, marah dan menghukum anak – anak yang tidak berdaya ini? Mereka sesungguhnya membutuhkan Juruselamat yang mengasihinya dan yang berkuasa untuk membebaskan mereka dari jerat dan kuasa dosa. Anak – anak kita membutuhkan Tuhan Yesus masuk dalam hati dan kehidupan mereka. Sebab hanya bersama Dialah, anak – anak dapat berproses dan bertumbuh menjadi Godly Children. Wahai para ayah dan ibu yang dikasihi Tuhan….. sudahkan anak – anak anda memiliki Tuhan Yesus dalam hati dan hidup mereka? Sudahkah anda membimbing anak – anak anda mengenal Gembala yang baik yang telah mati untuk mereka? Saya tidak bertanya tentang membawa anak anda ke sekolah minggu. Juga tidak tentang apakah anda sudah membaptiskan atau melakukan penyerahan anak anda di gereja. Juga bukan tentang anda berpikir / merasa mereka sudah menjadi anak / remaja Kristen karena mereka sudah aktif di gereja. Juga bukan tentang sekolah Kristen tenmpat anak anda belajar. Yang terutama dipertanyakan adalah “sudahkah anda sebagai orang tua meyakini bahwa anak – anak anda sudah memiliki Tuhan Yesus sebagai tuhan dan Juruselamat mereka secara pribadi?” Bilamana anda melakukan pelayanan ini  secara personal kepada anak – anak anda? Sebagai ayah dan ibu, sudahkah anda berlutut berdoa bersama anak – anak anda untuk merayakan hari perjumpaan mereka dengan Juruselamat yang sangat mengasihi mereka?

Being Godly Parents, inilah yang pertama – taman dan terutama. Bila anda masih ragu – ragu untuk menjawab semua pertanyaan di atas, itu berarti anda harus mengurangi kesibukan anda bekerja di luar rumah, itu berarti anda harus menambah waktu bersama anak – anak anda di rumah. Itu berarti anda harus lebih tekun mendoakan anak – anak anda…. Itu berarti hari ini adalah saat anda akan melakukannya bagi anak – anak anda. Sebab untuk inilah anda dipanggil menjadi orang tua. Sebab untuk inilah Tuhan memberikan kepercayaan dan menaruh anak – anak buah hati-Nya dalam keluarga kita. Inilah yang menjadi misi pembentukan keluarga dalam rencana Allah.

Sumber : Majalah Pendidikan Anak “PELANGI KRISTUS” edisi 005 (April – Juni 2007)